CONTOH ESAI MADRASAH
Zaman Milenial untuk Madrasah
Di zaman modern saat ini tepatnya di Negara Indonesia, banyak anak milenial yang tidak hanya
cerdas-cerdas, akan tetapi di balik kecerdasan tersebut anak-anak masih tidak
bisa membedakan antara hal yang baik dan buruk.
Contohnya saja masih banyak anak di luar sana yang cerdas-cerdas, mampu
mengembangkan alat teknologi yang dulunya masih biasa, sekarang menjadi lebih
cangggih tetapi masih terjebak pergaulan
bebas, dan berbau negatif lainnya.
Adanya fenomena
tersebut banyak orang tua yang khawatir akan pergaulan anaknya, untuk mengatasi
hal tersebut banyak juga orang tua yang memasukkan anaknya ke madrasah berbasis
pondok pesantren karena di sana para orang tua tidak perlu khawatir akan
pergaulan anaknya. Di sana anak-anak dilatih
yang pertama mandiri, yaitu segala sesuatu yang anak-anak lakukan harus
sendiri, dalam artian bukannya tidak
membutuhkan orang lain, akan tetapi
tidak manja, dan bertanggung jawab yaitu
harus menerima konsekuensi atas apa yang mereka lakukan, baik itu benar atau
salah. Yang kedua yaitu sopan santun, anak-anak harus memiliki sopan santun
atau dalam bahasa jawa bisa dikatakan “andhap ashor”. Dari sikap
tersebut anak-anak bisa lebih menghormati orang yang lebih tua. Contohnya saja
tidak mendahului orang tua saat berjalan, membungkuk ketika berjalan di depan
orang tua, berbicara dengan sopan, dan lain sebagainya. Yang ketiga yaitu
anak-anak harus memiliki sikap teguh pendirian, yaitu anak-anak tidak boleh
plinplan dan harus bijaksana dalam mengambil suatu keputusan, tidak terhasut
omongan orang lain yang menjerumuskan ke hal-hal yang negatif.
Madrasah juga bisa
menjadi tempat pembentukan karakter bagi anak-anak dan bisa menjadi tempat
untuk menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya. Di sana mereka diwajibkan
untuk menulis kitab, manghafal nadhoman,
baik itu nadhoman ngawamil, ngamriti, alfiah, dan lain sebagainya. selain itu
juga, mereka dapat bertukar pendapat tentang keadaan yang ada di madrasah, dan
sesekali mereka bisa melakukan “bancaan” yang artinya makan bersama.
Dengan dilakukannya hal tersebut, anak-anak bisa merasakan arti kebersamaan
walaupun dari golongan yang berbeda baik itu dari suku, ras, dan budaya.
Di madrasah ini, tentunya anak-anak juga tidak akan
ketinggalan zaman akan perkembangan teknologi atau segala sesuatu yang ada
karena di madrasah anak-anak bisa memilih ekstrakurikuler yang cocok bagi
mereka dan tentunya sangat bermanfaat bagi mereka di masa yang akan datang.
Contohnya saja ekstrakurikuler robotik, anak-anak bisa membuat robot dari
bahan-bahan yang sudah tidak terpakai kembali (barang bekas) menjadi sebuah
robot multiguna yang bermanfaat bagi lingkungan mereka. Dengan demikian
anak-anak akan disibukkan dengan berbagai kegiatan yang positif dan menjadikan
mereka remaja yang lebih dewasa.
Maka dari itu, para orang tua tidak perlu khawatir akan pergaulan anak-anaknya karena madrasah ini bisa menjadi solusi yang baik bagi para orang tua. Selain mereka menjadi remaja yang dewasa, tentunya mereka akan memiliki perilaku yang baik terhadap orang tua. Sebagai anakpun harus bisa mengontrol diri baik di dalam madrasah maupun di luar madrasah agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.
Maka dari itu, para orang tua tidak perlu khawatir akan pergaulan anak-anaknya karena madrasah ini bisa menjadi solusi yang baik bagi para orang tua. Selain mereka menjadi remaja yang dewasa, tentunya mereka akan memiliki perilaku yang baik terhadap orang tua. Sebagai anakpun harus bisa mengontrol diri baik di dalam madrasah maupun di luar madrasah agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.
Semoga bermanfaat
BalasHapus